Jumat, 25 April 2014

Alasan Suatu Kebaikan

Angin berhembus masuk melalui jendela ini..
Aku meringis sebagai bentuk rasa malu yang ku
rasakan..
Aku mengangguk lemah pada telapak tanganku di
hari ini..
Aku melukiskan diriku sendiri dengan sedikit hiasan..
Aku merasa seolah ada sesuatu yang akan berubah..
Ini kesalahanmu karena telah memanggil hatiku.. Aku mendapatkan firasat dengan menatap langit
yang mendung..
Maka aku menggapaikan tanganku dengan
keberanian yang lebih kuat dari biasanya..
Cahaya dan bayangan tertinggal jauh..
Meski pun begitu, kita masih ingin mengetahui
alasan suatu kebaikan..
Menuju tempat yang bersinar dan tidak dinamai oleh
siapa pun..
Mari kita menemukannya sebelum semuanya berubah menjadi masa lalu..
Seolah mengusik mataku untuk melebih-lebihkan..
Bahwa dunia ini benar-benar berlapis-lapis..
Warna apa yang kamu lihat pada langit??
Aku yakin warnanya adalah biru dan begitu cerah.. Sementara kita saling berpapasan dan mendekat
satu sama lain..
Jika suatu hari aku bisa menerima betapa bingung
yang ku rasakan..
Aku tidak sabar untuk mengungkapkan diriku
dengan kata-kata..
Maka aku akan dengan ceroboh mengulangnya
berkali-kali..
Kita pun mulai menyadari alasannya..
Tentang mengapa kebahagian dan kesedihan terlahir di sini..
Aku tidak sabar untuk mengungkapkan diriku
dengan kata-kata..
Dan aku akan dengan ceroboh mengulangnya
berkali-kali..
Mungkin semua rasa sakit yang tak bersuara..
Dan semua perasaanku ini bisa sampai padamu.. Cahaya dan bayangan tertinggal jauh..
Meski pun begitu, kita masih ingin mengetahui alasan
suatu kebaikan..
Menuju tempat yang bersinar dan tidak dinamai oleh
siapa pun..

Mari kita menemukannya sebelum semuanya berubah menjadi masa lalu..
Karena aku akan menemukannya sebelum kamu
menjadi masa lalu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar